Post Scriptum

by Toeti Heraty

Ingin aku tulis
sajak porno sehingga
kata mentah tidak diubah
jadi indah, pokoknya
tidak perlu kiasan lagi
misalnya payudara, jadi bukit,
tubuh wanita = alam bangat
senggama = pelukan yang paling akrab

yang sudah jelas
tulis sajak itu
antara menyingkap dan sembunyi
antara munafik dan jatidiri.

The literal translation of this poem was made by Ulrich Kratz

The final translated version of the poem is by Carole Satyamurti

Comments

No comments have been made on this poem yet! Why don’t you start us off?