Dua Wanita

by Toeti Heraty

silahkan, silahkan masuk
senyum ringan dan berat isyarat
         - ada topéng di dinding belakang -
rumah ini rumah terbuka terbuka hatiku
lihatlah segala kembang-kembang di meja
         - telpon berdering putuskan saja -
luas nyaman kita dapat berdamai di sini
dekat anak-anak yang bermain di lantai
tanggalkan senjata perlengkapan hidup
         - keriuhan kota di luar pagar -
di sini luas nyaman dengan hidangan di meja
dan saling terbuka dimulai pertaruhan kata
hidupmu hidupku warna meriah dalam
         corak kelabu dan endapan-endapan
lembayung hitam dikibaskan dari baju
dan kabut wangi meliputi adegan
lingkaran berwarna meluncur berputar antara
         cetusan ungkapan renungan
terpapar di méja antara cangkir kunci mobil
         - keriuhan kota di luar pagar -
rencana-rencana yang harus dikejar
sejam sehari nukilan hidup
         yang diperas sebentar ...

ah sandiwara inipun
sudah terlalu lama bila
dua wanita bicara

The literal translation of this poem was made by Ulrich Kratz

The final translated version of the poem is by Carole Satyamurti

Comments

No comments have been made on this poem yet! Why don’t you start us off?