Poems

Dua Wanita

silahkan, silahkan masuk
senyum ringan dan berat isyarat
         - ada topéng di dinding belakang -
rumah ini rumah terbuka terbuka hatiku
lihatlah segala kembang-kembang di meja
         - telpon berdering putuskan saja -
luas nyaman kita dapat berdamai di sini
dekat anak-anak yang bermain di lantai
tanggalkan senjata perlengkapan hidup
         - keriuhan kota di luar pagar -
di sini luas nyaman dengan hidangan di meja
dan saling terbuka dimulai pertaruhan kata
hidupmu hidupku warna meriah dalam
         corak kelabu dan endapan-endapan
lembayung hitam dikibaskan dari baju
dan kabut wangi meliputi adegan
lingkaran berwarna meluncur berputar antara
         cetusan ungkapan renungan
terpapar di méja antara cangkir kunci mobil
         - keriuhan kota di luar pagar -
rencana-rencana yang harus dikejar
sejam sehari nukilan hidup
         yang diperas sebentar ...

ah sandiwara inipun
sudah terlalu lama bila
dua wanita bicara

Share this poem

view comments

Comments (1)

Ivaneide

I haven’t been writing poerty of late. All these poems date back many years now. I do write, though, but it’s a paid gig for a national trade magazine. I also write marketing/promotional stuff for a local start-up company. Both are part time gigs.

Leave a comment